Wednesday, February 22, 2012

Motivasi dengan Ancaman

Teknik Pemotivasian Dalam perspektif manajemen, salah satu tugas yang harus dijalankan oleh seorang pemimpin adalah berusaha memotivasi setiap individu yang dipimpinnya agar memiliki motivasi yang kuat dalam melaksanakan setiap tugas dan pekerjaannya, sehingga pada girilirannya dapat dihasilkan kinerja yang unggul.  Misalnya, untuk meningkatkan kinerja guru, kepala sekolah atau pengawas sekolah dituntut untuk dapat membina dan meningkatkan motivasi kerja guru. Demikian pula, untuk meningkatkan kinerja siswa (prestasi belajar siswa), seorang guru dituntut untuk dapat  membina  dan meningkatkan motivasi belajar siswanya.

Upaya memotivasi (motivating) individu dapat dilakukan melalui berbagai cara.  Menurut Huse dan Bowditch (1973), terdapat tiga model memotivasi seseorang, yaitu: (1) model kekuatan dan ancaman; (2) model ekonomik/mesin, dan (3) model pertumbuhan-sistem terbuka.

Yang akan kita bicarakan di sini adalah model yang pertama yaitu pemotivasian  model kekuatan dan ancaman (a force and coercion model). Model ini merupakan model tertua dan sangat sederhana dalam memahami atau memandang manusia.  Model ini mempratikkan pemotivasian dengan cara memaksa orang lain (baik melalui tindakan atau verbal) untuk berperilaku tertentu  dengan cara menggunakan ancaman,  intimidasi atau bentuk lain yang bersifat represif dengan menggunakan kekuatan (power), yang dimilikinya.

Asumsi yang mendasari model pemotivasian  model kekuatan dan ancaman ini adalah bahwa seseorang akan bekerja (belajar atau berperilaku) dengan baik apabila disudutkan pada sebuah situasi, di mana ia hanya bisa memilih bekerja ataukah dihukum (Huse dan Bowditch, 1973).

Asumsi ini senada dengan asumsi yang mendasari teori X-nya McGregor, bahwa pada dasarnya manusia itu malas, suka menghindari tugas dan tanggung jawab, dan apabila tidak diintervensi dan diancam oleh atasan, maka ia akan pasif. Oleh sebab itu agar seseorang mau bekerja ia harus dipaksa (Carver dan Sergiovanni, 1969).

Pemotivasian Model Kekuatan dan Ancaman oleh beberapa kalangan sering disebut sebagai strategi buntu, yaitu strategi yang terpaksa digunakan ketika pemimpin sudah merasa kehabisan akal  untuk merubah perilaku orang-orang yang dipimpinnya.

Sepintas, model pemotivasian yang menebarkan kecemasan ini tampak sangat efektif untuk memotivasi seseorang. Melalui ancaman dan intimidasi tertentu, orang akan menjadi patuh dan bekerja sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan (atau mungkin tepatnya sesuai dengan keinginan).

Dalam konteks sekolah, Les Parsons dalam bukunya yang berjudul Bullied Teacher Bullied Student mengupas tentang perilaku intimidasi di sekolah yang dilakukan siswa, guru dan kepala sekolah. Dikatakannya, bahwa pelaku intimidasi secara sengaja bermaksud menyakiti seseorang secara fisik, emosi atau sosial dan pelaku intimidasi sering merasa perbuatannya itu dapat dibenarkan.

Dalam konteks bisnis, hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr Nicolas Gillet, dari Universite François Rabelais di Prancis menunjukkan bahwa manajer yang menggunakan ancaman sebagai cara untuk memotivasi karyawan, cenderung memiliki dampak negatif pada kesejahteraan karyawan.

Jika sudah seperti ini,  maka  hasil dari upaya pemotivasian akan menjadi terbalik, seharusnya dapat meningkatkan kinerja atau prestasi yang lebih baik malah yang terjadi adalah penderitaan dan kerusakan kepribadian.

Oleh karena itu, untuk menjadi pemimpin yang sukses sedapat mungkin kita perlu menghindari penggunaan pemotivasian model kekuatan dan ancaman ini. Gunakanlah cara-cara pemotivasian lain yang lebih manusiawi, yang dapat menjadikan orang-orang berbahagia, mampu berinovasi dan dapat mengoptimalkan segenap potensi yang dimilikinya.
sumber : ahmad sudrajat

Thursday, December 22, 2011

PERMEN DAN SKL UN SD, SMP DAN SMA TAHUN 2011/2012







SKL UN MATEMATIKA IPA 2011 / 2012


NO

KOMPETENSI

INDIKATOR

1.

Memahami pernyataan dalam

matematika dan ingkarannya, menentukan nilai kebenaran pernyataan majemuk dan pernyataan

berkuantor, serta menggunakan prinsip logika matematika

dalam pemecahan masalah.

Menentukan penarikan kesimpulan dari beberapa

premis.

Menentukan ingkaran atau kesetaraan dari pernyataan

majemuk atau pernyataan berkuantor.

2.

Menyelesaikan masalah yang

berkaitan dengan aturan pangkat, akar dan logaritma, fungsi aljabar

sederhana, fungsi kuadrat, fungsi eksponen dan grafiknya, fungsi komposisi dan fungsi invers,
sistem persamaan linear, persamaan

dan pertidaksamaan kuadrat,
persamaan
lingkaran dan persamaan garis singgungnya, suku banyak, algoritma sisa dan teorema pembagian,
program linear, matriks

dan determinan,
vektor, transformasi geometri dan

komposisinya,
barisan dan deret, serta mampu menggunakannya dalam pemecahan masalah.


Menggunakan aturan pangkat, akar dan logaritma.


Menggunakan rumus jumlah dan hasil kali akar-akar

persamaan kuadrat.

Menyelesaikan masalah persamaan atau fungsi

kuadrat dengan menggunakan diskriminan.

Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan
dengan sistem persamaan linear.


Menentukan persamaan lingkaran atau garis singgung

lingkaran.

Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan

teorema sisa atau teorema faktor.

Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan

komposisi dua fungsi atau
fungsi invers.


Menyelesaikan masalah program linear.


Menyelesaikan operasi matriks.

Menyelesaikan operasi aljabar beberapa vektor

dengan syarat tertentu.

Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan besar

sudut atau nilai perbandingan trigonometri sudut

antara dua vektor.

Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan

panjang proyeksi atau vektor proyeksi.

Menentukan bayangan titik atau kurva karena
dua

transformasi atau lebih.


Menentukan penyelesaian pertidaksamaan eksponen
atau logaritma.


Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan

fungsi eksponen atau fungsi logaritma.

Menyelesaikan masalah deret aritmetika.


Menyelesaikan masalah deret geometri.


3.

Memahami sifat atau geometri dalam

menentukan kedudukan titik, garis, dan bidang,
jarak dan sudut.


Menghitung jarak dan sudut
antara dua objek (titik,

garis dan bidang) di
ruang.

4.

Memahami konsep perbandingan

fungsi, persamaan, dan identitas trigonometri, melakukan manipulasi


Menyelesaikan masalah geometri dengan
menggunakan aturan sinus atau kosinus.


Menyelesaikan persamaan trigonometri.




NO

KOMPETENSI

INDIKATOR




aljabar untuk menyusun bukti serta

mampu menggunakannya dalam pemecahan masalah.


Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan nilai

perbandingan trigonometri
yang menggunakan
rumus jumlah dan selisih sinus, kosinus dan tangen serta

jumlah dan selisih dua sudut.

5.

Memahami konsep limit, turunan dan

integral
dari fungsi aljabar dan fungsi
trigonometri,
serta mampu menerapkannya dalam pemecahan masalah.


Menghitung nilai limit fungsi aljabar dan fungsi

trigonometri.

Menyelesaikan soal aplikasi turunan fungsi.


Menentukan integral tak tentu dan integral tentu

fungsi aljabar dan fungsi
trigonometri.

Menghitung luas daerah dan
volume benda

putar
dengan menggunakan
integral.

6.

Mengolah, menyajikan dan

menafsirkan data, mampu memahami

kaidah pencacahan, permutasi, kombinasi dan peluang kajadian serta mampu menerapkannya dalam pemecahan masalah.


Menghitung ukuran pemusatan dari data dalam
bentuk tabel, diagram atau grafik.


Menyelesaikan masalah sehari-hari dengan

menggunakan kaidah pencacahan, permutasi atau kombinasi.


Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan

peluang suatu kejadian.

SKL UN MATEMATIKA IPS 2011 / 2012



NO


KOMPETENSI

INDIKATOR

1.

Memahami pernyataan dan

ingkarannya, menentukan nilai kebenaran
pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor, serta mampu

menggunakan prinsip
matematika dalam pemecahan masalah yang berkaitan

dengan penarikan kesimpulan.

Menentukan ingkaran atau kesetaraan dari suatu

pernyataan majemuk
atau pernyataan berkuantor.


Menentukan kesimpulan dari beberapa premis.


2.

Memahami konsep yang berkaitan

dengan aturan pangkat, akar dan logaritma, fungsi

aljabar sederhana, fungsi kuadrat dan grafiknya, persamaan dan pertidaksamaan kuadrat, komposisi dan invers fungsi,
sistem persamaan

linear, program linear, matriks, barisan dan deret,
serta mampu

menggunakannya
dalam pemecahan masalah.

Menentukan hasil operasi bentuk pangkat, akar, dan

logaritma.

Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan grafik

fungsi kuadrat.

Menentukan komposisi dua fungsi dan

invers suatu
fungsi.


Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
persamaan kuadrat.


Menyelesaikan pertidaksamaan kuadrat.


Menentukan penyelesaian dari sistem persamaan

linear dua variabel.

Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan
dengan sistem persamaan linear dua variabel.


Menentukan nilai optimum bentuk objektif dari

daerah himpunan
penyelesaian sistem pertidaksamaan

linear.

Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan

dengan program linear.

Menyelesaikan masalah matriks yang berkaitan

dengan kesamaan, determinan, dan atau invers

matriks.

Menentukan suku ke-n atau

jumlah n suku pertama
deret aritmetika atau geometri.


Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan

dengan barisan dan deret
aritmetika.

3.

Memahami limit fungsi aljabar,

turunan fungsi, nilai ekstrim,
integral tak tentu dan integral tentu fungsi aljabar, serta menerapkannya dalam pemecahan masalah.


Menghitung nilai limit fungsi aljabar.


Menentukan turunan fungsi aljabar dan aplikasinya.


Menentukan integral fungsi aljabar.


Menentukan luas daerah dengan menggunakan

integral.

4.


Mengolah, menyajikan, dan
menafsirkan data dan memahami kaidah

pencacahan, permutasi, kombinasi dan peluang kejadian
serta mampu menerapkannya dalam pemecahan masalah.


Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan
dengan kaidah pencacahan, permutasi, atau kombinasi.


Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan

peluang dan frekuensi harapan suatu kejadian.

Menentukan unsur-unsur pada diagram lingkaran
atau batang.





NO

KOMPETENSI

INDIKATOR






Menghitung nilai ukuran pemusatan dari
data dalam

bentuk tabel atau diagram.


Menentukan nilai ukuran penyebaran.

Untuk SKL UN 2012 SD SMP SMA LENGKAP.......DownLoad Disini