Friday, September 3, 2021
Monday, August 30, 2021
Friday, August 27, 2021
Wednesday, August 25, 2021
Sunday, August 22, 2021
Saturday, August 21, 2021
Wednesday, July 14, 2021
Tuesday, July 13, 2021
Monday, September 16, 2013
Video Pembelajaran Trigonometri
Berikut Video Pembelajaran tentang Trigonometri Dasar:
- Perbandingan trigonometri .....................DownLoad
- Sudut Radian Trigonometri.....................DownLoad
- Sudut istimewa Trigonometri...................DownLoad
- Kuadran sudut berelasi 1........................DownLoad
- Kartesius Kutub.....................................DownLoad
- Rumus Identitas......................................DownLoad
Wednesday, August 29, 2012
Mathematics Education: Game Pendidikan Untuk anak-Anak
Mathematics Education: Game Pendidikan Untuk anak-Anak: PENDIDIKAN DASAR A. Game Pendidikan Kategori umum (perhitungan, susun gambar, warna dan membaca) : 1. Sebran, untuk mendapatkannya/downlo...
Mathematics Education: MODUL DAN LKS MATEMATIKA SMK
Mathematics Education: MODUL DAN LKS MATEMATIKA SMK: Dalam pemenuhan kegiatan pembelajaran,kehadiran sumber belajar sangat besar pengaruhnya dalam meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa....
MODUL DAN LKS MATEMATIKA SMK
Dalam pemenuhan kegiatan pembelajaran,kehadiran sumber belajar sangat besar pengaruhnya dalam meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa. untuk itu beberapa modul disediakan dalam memenuhi kebutuhan itu. modul dan LKS siswa berrikut dapat di jadikan acuan untuk pemenuhan kebtuhan siswa dan uru SMK baik jurusan Non Teknik : Akuntansi, Adm. perkantoran, Pemasaran, maupun jurusan Teknik : TKJ, RPL,dan MM.
Silahkan menDownLoad Modul dan LKS berikut.... [ DownLoad IDWS ]
Silahkan menDownLoad Modul dan LKS berikut.... [ DownLoad IDWS ]
Monday, August 20, 2012
Game Pendidikan Untuk anak-Anak
PENDIDIKAN DASAR
A. Game Pendidikan Kategori umum (perhitungan, susun gambar, warna dan membaca) :
1. Sebran, untuk mendapatkannya/download klik di sini
2. Childsplay, untuk mendapatkannya/download klik di sini
3. GCompris, untuk mendapatkannya/download klik di sini
4. Tux-math, untuk mendapatkannya/download klik di sini
B. Game Pendidikan untuk menggambar
1. Tux-paint, untuk mendapatkannya/download klik di sini
2. Draw for children, untuk mendapatkannya/download klik di sini
A. Game Pendidikan Kategori umum (perhitungan, susun gambar, warna dan membaca) :
1. Sebran, untuk mendapatkannya/download klik di sini
2. Childsplay, untuk mendapatkannya/download klik di sini
3. GCompris, untuk mendapatkannya/download klik di sini
4. Tux-math, untuk mendapatkannya/download klik di sini
B. Game Pendidikan untuk menggambar
1. Tux-paint, untuk mendapatkannya/download klik di sini
2. Draw for children, untuk mendapatkannya/download klik di sini
Friday, August 17, 2012
Pembahasan Soal Unas SMA Tahun 2011 2012
Berikut adalah hasil pembahasan soal UN tahun 2011/2012. Silahkan menikmati sajian soal dan pembahasan UN ini.
Pembahasan UN SMA IPS Tahun 2011/2012....DownLoad
Pembahasan UN SMA IPA Tahun 2011/2012....DownLoad
Pembahasan UN SMA IPS Tahun 2011/2012....DownLoad
Pembahasan UN SMA IPA Tahun 2011/2012....DownLoad
Sunday, July 8, 2012
Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan
NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan) adalah nomor
identitas yang bersifat nasional untuk seluruh PTK (Pendidik dan Tenaga
Kependidikan). NUPTK terdiri dari 16 angka yang bersifat tetap karena NUPTK yang dimiliki seorang PTK tidak akan berubah meskipun yang
bersangkutan telah berpindah tempat mengajar atau terjadi perubahan data
periwayatan.
NUPTK diberikan kepada seluruh PTK baik PNS maupun Non-PNS sebagai Nomor Identitas yang resmi untuk keperluan identifikasi dalam berbagai pelaksanaan program dan kegiatan yang berkaitan dengna pendidikan dalam rangka peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.
Manfaat untuk tenaga pendidik yang memiki NUPTK adalah:
NUPTK diberikan kepada seluruh PTK baik PNS maupun Non-PNS sebagai Nomor Identitas yang resmi untuk keperluan identifikasi dalam berbagai pelaksanaan program dan kegiatan yang berkaitan dengna pendidikan dalam rangka peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.
Manfaat untuk tenaga pendidik yang memiki NUPTK adalah:
-
Berpartisipasi dalam sebuah proses/mekanisme pendataan secara
nasional sehingga dapat membantu pemerintah dalam merencanakan berbagai
program peningkatan kesejahteraan bagi tenaga pendidik.
- Mendapatkan nomor identifikasi resmi dan bersifat resmi dan bersifat nasional dalam mengikuti berbagai program/kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat/daerah.
SOAL-SOAL OLIMPIADE
Kumpulan Soal Olimpiade tingkat dasar, menengah, provinsi dan dunia
Penyisihan Olimpiade Matematika tingkat kabupaten
Penyisihan Olimpiade Matematika tingkat Propinsi
Olimpiade_Matematika_Dunia
1001_Math_Problems_2nd_ed_(2004)
Brazil_Math_Olympiad
China_Math_Olympiad
German_Olympiad
Math_Olympiad_British
Math_Olympiad_Ceko
MathLink_Contest
Nordic_Math_Contest
Soal_Olimpiade_Matematika_Propinsi
DOWNLOAD..........DI SINI
Penyisihan Olimpiade Matematika tingkat kabupaten
Penyisihan Olimpiade Matematika tingkat Propinsi
Olimpiade_Matematika_Dunia
1001_Math_Problems_2nd_ed_(2004)
Brazil_Math_Olympiad
China_Math_Olympiad
German_Olympiad
Math_Olympiad_British
Math_Olympiad_Ceko
MathLink_Contest
Nordic_Math_Contest
Soal_Olimpiade_Matematika_Propinsi
DOWNLOAD..........DI SINI
PERANGKAT AJAR BERKARAKTER SMA KELAS X, XI, XII
Menyongsong tahun ajaran baru 2012/2013, sudah selayaknya tugas guru akan semakin bertambah. selain mempersiapkan kegiatan MOS, maka guru harus mengatur pembuatan perangkat ajar yang terdiri dari SILABUS, RPP, KKM, PROTA dan PROMES. Oleh karena itu, sebagai rujukan berikut diberikan contoh untuk dapat dikembangkan sesuai keadaan sekolah masing-masing guru. semoga dapat bermanfaat untuk kita semua.
berikut link untuk mendownload perangkat tersebut.......Disini
berikut link untuk mendownload perangkat tersebut.......Disini
Wednesday, February 22, 2012
Motivasi dengan Ancaman
Teknik Pemotivasian Dalam perspektif manajemen, salah satu tugas yang harus dijalankan oleh seorang pemimpin adalah berusaha memotivasi setiap individu yang dipimpinnya agar memiliki motivasi yang kuat dalam melaksanakan setiap tugas dan pekerjaannya, sehingga pada girilirannya dapat dihasilkan kinerja yang unggul. Misalnya, untuk meningkatkan kinerja guru, kepala sekolah atau pengawas sekolah dituntut untuk dapat membina dan meningkatkan motivasi kerja guru. Demikian pula, untuk meningkatkan kinerja siswa (prestasi belajar siswa), seorang guru dituntut untuk dapat membina dan meningkatkan motivasi belajar siswanya.
Upaya memotivasi (motivating) individu dapat dilakukan melalui berbagai cara. Menurut Huse dan Bowditch (1973), terdapat tiga model memotivasi seseorang, yaitu: (1) model kekuatan dan ancaman; (2) model ekonomik/mesin, dan (3) model pertumbuhan-sistem terbuka.
Yang akan kita bicarakan di sini adalah model yang pertama yaitu pemotivasian model kekuatan dan ancaman (a force and coercion model). Model ini merupakan model tertua dan sangat sederhana dalam memahami atau memandang manusia. Model ini mempratikkan pemotivasian dengan cara memaksa orang lain (baik melalui tindakan atau verbal) untuk berperilaku tertentu dengan cara menggunakan ancaman, intimidasi atau bentuk lain yang bersifat represif dengan menggunakan kekuatan (power), yang dimilikinya.
Asumsi yang mendasari model pemotivasian model kekuatan dan ancaman ini adalah bahwa seseorang akan bekerja (belajar atau berperilaku) dengan baik apabila disudutkan pada sebuah situasi, di mana ia hanya bisa memilih bekerja ataukah dihukum (Huse dan Bowditch, 1973).
Asumsi ini senada dengan asumsi yang mendasari teori X-nya McGregor, bahwa pada dasarnya manusia itu malas, suka menghindari tugas dan tanggung jawab, dan apabila tidak diintervensi dan diancam oleh atasan, maka ia akan pasif. Oleh sebab itu agar seseorang mau bekerja ia harus dipaksa (Carver dan Sergiovanni, 1969).
Pemotivasian Model Kekuatan dan Ancaman oleh beberapa kalangan sering disebut sebagai strategi buntu, yaitu strategi yang terpaksa digunakan ketika pemimpin sudah merasa kehabisan akal untuk merubah perilaku orang-orang yang dipimpinnya.
Sepintas, model pemotivasian yang menebarkan kecemasan ini tampak sangat efektif untuk memotivasi seseorang. Melalui ancaman dan intimidasi tertentu, orang akan menjadi patuh dan bekerja sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan (atau mungkin tepatnya sesuai dengan keinginan).
Dalam konteks sekolah, Les Parsons dalam bukunya yang berjudul Bullied Teacher Bullied Student mengupas tentang perilaku intimidasi di sekolah yang dilakukan siswa, guru dan kepala sekolah. Dikatakannya, bahwa pelaku intimidasi secara sengaja bermaksud menyakiti seseorang secara fisik, emosi atau sosial dan pelaku intimidasi sering merasa perbuatannya itu dapat dibenarkan.
Dalam konteks bisnis, hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr Nicolas Gillet, dari Universite François Rabelais di Prancis menunjukkan bahwa manajer yang menggunakan ancaman sebagai cara untuk memotivasi karyawan, cenderung memiliki dampak negatif pada kesejahteraan karyawan.
Jika sudah seperti ini, maka hasil dari upaya pemotivasian akan menjadi terbalik, seharusnya dapat meningkatkan kinerja atau prestasi yang lebih baik malah yang terjadi adalah penderitaan dan kerusakan kepribadian.
Oleh karena itu, untuk menjadi pemimpin yang sukses sedapat mungkin kita perlu menghindari penggunaan pemotivasian model kekuatan dan ancaman ini. Gunakanlah cara-cara pemotivasian lain yang lebih manusiawi, yang dapat menjadikan orang-orang berbahagia, mampu berinovasi dan dapat mengoptimalkan segenap potensi yang dimilikinya.
sumber : ahmad sudrajat
Upaya memotivasi (motivating) individu dapat dilakukan melalui berbagai cara. Menurut Huse dan Bowditch (1973), terdapat tiga model memotivasi seseorang, yaitu: (1) model kekuatan dan ancaman; (2) model ekonomik/mesin, dan (3) model pertumbuhan-sistem terbuka.
Yang akan kita bicarakan di sini adalah model yang pertama yaitu pemotivasian model kekuatan dan ancaman (a force and coercion model). Model ini merupakan model tertua dan sangat sederhana dalam memahami atau memandang manusia. Model ini mempratikkan pemotivasian dengan cara memaksa orang lain (baik melalui tindakan atau verbal) untuk berperilaku tertentu dengan cara menggunakan ancaman, intimidasi atau bentuk lain yang bersifat represif dengan menggunakan kekuatan (power), yang dimilikinya.
Asumsi yang mendasari model pemotivasian model kekuatan dan ancaman ini adalah bahwa seseorang akan bekerja (belajar atau berperilaku) dengan baik apabila disudutkan pada sebuah situasi, di mana ia hanya bisa memilih bekerja ataukah dihukum (Huse dan Bowditch, 1973).
Asumsi ini senada dengan asumsi yang mendasari teori X-nya McGregor, bahwa pada dasarnya manusia itu malas, suka menghindari tugas dan tanggung jawab, dan apabila tidak diintervensi dan diancam oleh atasan, maka ia akan pasif. Oleh sebab itu agar seseorang mau bekerja ia harus dipaksa (Carver dan Sergiovanni, 1969).
Pemotivasian Model Kekuatan dan Ancaman oleh beberapa kalangan sering disebut sebagai strategi buntu, yaitu strategi yang terpaksa digunakan ketika pemimpin sudah merasa kehabisan akal untuk merubah perilaku orang-orang yang dipimpinnya.
Sepintas, model pemotivasian yang menebarkan kecemasan ini tampak sangat efektif untuk memotivasi seseorang. Melalui ancaman dan intimidasi tertentu, orang akan menjadi patuh dan bekerja sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan (atau mungkin tepatnya sesuai dengan keinginan).
Dalam konteks sekolah, Les Parsons dalam bukunya yang berjudul Bullied Teacher Bullied Student mengupas tentang perilaku intimidasi di sekolah yang dilakukan siswa, guru dan kepala sekolah. Dikatakannya, bahwa pelaku intimidasi secara sengaja bermaksud menyakiti seseorang secara fisik, emosi atau sosial dan pelaku intimidasi sering merasa perbuatannya itu dapat dibenarkan.
Dalam konteks bisnis, hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr Nicolas Gillet, dari Universite François Rabelais di Prancis menunjukkan bahwa manajer yang menggunakan ancaman sebagai cara untuk memotivasi karyawan, cenderung memiliki dampak negatif pada kesejahteraan karyawan.
Jika sudah seperti ini, maka hasil dari upaya pemotivasian akan menjadi terbalik, seharusnya dapat meningkatkan kinerja atau prestasi yang lebih baik malah yang terjadi adalah penderitaan dan kerusakan kepribadian.
Oleh karena itu, untuk menjadi pemimpin yang sukses sedapat mungkin kita perlu menghindari penggunaan pemotivasian model kekuatan dan ancaman ini. Gunakanlah cara-cara pemotivasian lain yang lebih manusiawi, yang dapat menjadikan orang-orang berbahagia, mampu berinovasi dan dapat mengoptimalkan segenap potensi yang dimilikinya.
sumber : ahmad sudrajat
Thursday, December 22, 2011
PERMEN DAN SKL UN SD, SMP DAN SMA TAHUN 2011/2012
SKL UN MATEMATIKA IPA 2011 / 2012
NO
|
KOMPETENSI
|
INDIKATOR
|
1.
|
Memahami pernyataan dalam
matematika dan ingkarannya, menentukan nilai kebenaran pernyataan majemuk dan pernyataan
berkuantor, serta menggunakan prinsip logika matematika dalam pemecahan masalah. |
Menentukan penarikan kesimpulan dari beberapa
premis.
|
Menentukan ingkaran atau kesetaraan dari pernyataan
majemuk atau pernyataan berkuantor.
| ||
2.
|
Menyelesaikan masalah yang
berkaitan dengan aturan pangkat, akar dan logaritma, fungsi aljabar
sederhana, fungsi kuadrat, fungsi eksponen dan grafiknya, fungsi komposisi dan fungsi invers, sistem persamaan linear, persamaan dan pertidaksamaan kuadrat, persamaan lingkaran dan persamaan garis singgungnya, suku banyak, algoritma sisa dan teorema pembagian, program linear, matriks dan determinan,
vektor, transformasi geometri dan
komposisinya, barisan dan deret, serta mampu menggunakannya dalam pemecahan masalah. |
Menggunakan aturan pangkat, akar dan logaritma.
|
Menggunakan rumus jumlah dan hasil kali akar-akar
persamaan kuadrat.
| ||
Menyelesaikan masalah persamaan atau fungsi
kuadrat dengan menggunakan diskriminan.
| ||
Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan
dengan sistem persamaan linear.
| ||
Menentukan persamaan lingkaran atau garis singgung
lingkaran.
| ||
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
teorema sisa atau teorema faktor.
| ||
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
komposisi dua fungsi atau
fungsi invers. | ||
Menyelesaikan masalah program linear.
| ||
Menyelesaikan operasi matriks.
| ||
Menyelesaikan operasi aljabar beberapa vektor
dengan syarat tertentu.
| ||
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan besar
sudut atau nilai perbandingan trigonometri sudut
antara dua vektor. | ||
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
panjang proyeksi atau vektor proyeksi.
| ||
Menentukan bayangan titik atau kurva karena
dua
transformasi atau lebih.
| ||
Menentukan penyelesaian pertidaksamaan eksponen
atau logaritma.
| ||
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
fungsi eksponen atau fungsi logaritma.
| ||
Menyelesaikan masalah deret aritmetika.
| ||
Menyelesaikan masalah deret geometri.
| ||
3.
|
Memahami sifat atau geometri dalam
menentukan kedudukan titik, garis, dan bidang,
jarak dan sudut. |
Menghitung jarak dan sudut
antara dua objek (titik,
garis dan bidang) di
ruang. |
4.
|
Memahami konsep perbandingan
fungsi, persamaan, dan identitas trigonometri, melakukan manipulasi
|
Menyelesaikan masalah geometri dengan
menggunakan aturan sinus atau kosinus.
|
Menyelesaikan persamaan trigonometri.
|
NO
|
KOMPETENSI
|
INDIKATOR
|
aljabar untuk menyusun bukti serta
mampu menggunakannya dalam pemecahan masalah.
|
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan nilai
perbandingan trigonometri
yang menggunakan rumus jumlah dan selisih sinus, kosinus dan tangen serta jumlah dan selisih dua sudut. | |
5.
|
Memahami konsep limit, turunan dan
integral
dari fungsi aljabar dan fungsi trigonometri, serta mampu menerapkannya dalam pemecahan masalah. |
Menghitung nilai limit fungsi aljabar dan fungsi
trigonometri.
|
Menyelesaikan soal aplikasi turunan fungsi.
| ||
Menentukan integral tak tentu dan integral tentu
fungsi aljabar dan fungsi
trigonometri. | ||
Menghitung luas daerah dan
volume benda putar
dengan menggunakan
integral. | ||
6.
|
Mengolah, menyajikan dan
menafsirkan data, mampu memahami
kaidah pencacahan, permutasi, kombinasi dan peluang kajadian serta mampu menerapkannya dalam pemecahan masalah. |
Menghitung ukuran pemusatan dari data dalam
bentuk tabel, diagram atau grafik.
|
Menyelesaikan masalah sehari-hari dengan
menggunakan kaidah pencacahan, permutasi atau kombinasi.
| ||
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
peluang suatu kejadian.
|
NO
|
KOMPETENSI
|
INDIKATOR
|
1.
|
Memahami pernyataan dan
ingkarannya, menentukan nilai kebenaran
pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor, serta mampu menggunakan prinsip matematika dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan penarikan kesimpulan. |
Menentukan ingkaran atau kesetaraan dari suatu
pernyataan majemuk
atau pernyataan berkuantor. |
Menentukan kesimpulan dari beberapa premis.
| ||
2.
|
Memahami konsep yang berkaitan
dengan aturan pangkat, akar dan logaritma, fungsi
aljabar sederhana, fungsi kuadrat dan grafiknya, persamaan dan pertidaksamaan kuadrat, komposisi dan invers fungsi, sistem persamaan linear, program linear, matriks, barisan dan deret,
serta mampu
menggunakannya dalam pemecahan masalah. |
Menentukan hasil operasi bentuk pangkat, akar, dan
logaritma.
|
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan grafik
fungsi kuadrat.
| ||
Menentukan komposisi dua fungsi dan
invers suatu
fungsi.
| ||
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
persamaan kuadrat.
| ||
Menyelesaikan pertidaksamaan kuadrat.
| ||
Menentukan penyelesaian dari sistem persamaan
linear dua variabel.
| ||
Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan
dengan sistem persamaan linear dua variabel.
| ||
Menentukan nilai optimum bentuk objektif dari
daerah himpunan
penyelesaian sistem pertidaksamaan linear. | ||
Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan
dengan program linear.
| ||
Menyelesaikan masalah matriks yang berkaitan
dengan kesamaan, determinan, dan atau invers
matriks. | ||
Menentukan suku ke-n atau
jumlah n suku pertama
deret aritmetika atau geometri.
| ||
Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan
dengan barisan dan deret
aritmetika. | ||
3.
|
Memahami limit fungsi aljabar,
turunan fungsi, nilai ekstrim,
integral tak tentu dan integral tentu fungsi aljabar, serta menerapkannya dalam pemecahan masalah. |
Menghitung nilai limit fungsi aljabar.
|
Menentukan turunan fungsi aljabar dan aplikasinya.
| ||
Menentukan integral fungsi aljabar.
| ||
Menentukan luas daerah dengan menggunakan
integral.
| ||
4.
|
Mengolah, menyajikan, dan
menafsirkan data dan memahami kaidah
pencacahan, permutasi, kombinasi dan peluang kejadian serta mampu menerapkannya dalam pemecahan masalah. |
Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan
dengan kaidah pencacahan, permutasi, atau kombinasi.
|
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
peluang dan frekuensi harapan suatu kejadian.
| ||
Menentukan unsur-unsur pada diagram lingkaran
atau batang.
|
NO
|
KOMPETENSI
|
INDIKATOR
|
Menghitung nilai ukuran pemusatan dari
data dalam
bentuk tabel atau diagram.
| ||
Menentukan nilai ukuran penyebaran.
|
Subscribe to:
Posts (Atom)